Sabtu, 21 Maret 2020

EKSTRAK LIDAH BUAYA


EKSTRAK LIDAH BUAYA BUAT KULIT

Hai Assalammuaikum….teman-teman perkenalkan nama saya Zulhidza Rizqi Nabiilla, kali ini saya mau membahas tentang ekstrak lidah buaya. Taukah kalian kalau lidah buaya itu mempunyai banyak manfaat serta kegunaannya yang jarang kita ketahui, nah jadi sekarang  kita bahas dan kita kupas semua tentang lidah buaya disini ya teman-teman, baca sampai habis dan ambil manfaat dari semuanya.

Hasil gambar untuk GAMBAR LIDAH BUAYA

Gambar tanaman lidah buaya (Aloe vera L.)

Sumber :https://id.theasianparent.com/efek-samping-lidah-buaya


 Lidah buaya (Aloe vera) merupakan tanaman asli Afrika, yang termasuk golongan Liliaceae. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang ini, memperluas pemanfaatan khasiat lidah buaya. Pemanfaatan lidah buaya kini tidak hanya terbatas pada tanaman hias saja tetapi juga sebagai obat dan bahan baku pada industri kosmetika.
Keistimewaan lidah buaya ini terletak pada gelnya yang dapat membuat kulit tidak cepat kering dan selalu kelihatan lembab. Keadaan tersebut di-sebabkan sifat gel lidah buaya yang mampu meresap ke dalam kulit, sehingga dapat menahan kehilangan cairan yang terlampau banyak dari dalam kulit (Suryowidodo, 1988). Kandungan saponin yang terdapat dalam gel lidah buaya dapat membersihkan kotoran dari kulit, melembutkan, melembabkan dan menambah kehalusan kulit (www.geocities.com).
 Selain menghasilkan madu, lebah madu juga menghasilkan bee pollen. Bee pollen memiliki kan-dungan protein yang tinggi serta mengandung vitamin A, B, C, D dan E sehingga dapat berfungsi untuk membantu regenerasi kulit dan memberikan nutrisi pada kulit (Pusat Perlebahan Apiari Pramuka, 2003).
Menurut Basuki dalam Rostamailis, dkk, (2009: 16) menjelaskan tentang rambut yaitu helaian seperti benang tipis yang tumbuh dari bawah permukaan kulit, dan dibentuk oleh lapisan sel yang tertutup lapisan yang tersusun dan bentuknya seperti sisik ikan pada lapisan luarnya, terdiri dari zat horney atau disebut keratin.
Rabut memerlukan perawatan, salah satu perawatan yang sering dilakukan adalah creambath. Creambath adalah cara merawat rambut dengan memberi cream pada rambut sambil dipijat agar sirkulasi darah pada kulit kepala menjadi lebih lancar dan mudah cream meresap ke dalam kulit kepala (Poeradisastra, 2004: 148).
Creambath merupakan perawatan untuk memberikan nutrisi pada rambut maupun kulit kepala dengan menggunakan kosmetik creambath, untuk memperbaiki kesehatan kulit kepala dan rambutserta menguatkan batang rambut menuju kondisi sehat dan ideal. Kosmetik creambath memiliki beragam aroma dan khasiatnya dapat dipilih sesuai dengan selera dan kebutuhan kulit kepala maupun rambut, seperti lidah buaya, alpukat, seledri, wortel, gingseng, kemiri, dan kiwi. (Githa, 2012: 106).
Menurut Trenggono (2007: 08) Penggolongan kosmetik menurut sifat dan cara pembuatannya yaitu:
a) Kosmetika tradisional
(1) Benar-benar tradisional: kosmetik yang terbuat dari bahan alam, diolah menurut resep dan cara yang turun temurun.
(2) Semi tradisional: bahan yang diolah secara modern dan diberi bahan pengawet agar kosmetik tahan lama.
(3) Hanya namanya saja yang tradisional: tanpa menggunakan bahan yang benar-benar tradisional dan diberi zat warna yang menyerupai bahan tradisional.
b) Kosmetik modern yaitu kosmetik yang diramu dari bahan kimia dan diolah secara modern (cosmedics) Cosmetics Medicated atau cosmedies ini merupakan kosmetika modern yang diformulasi, diolah secara ilmiah sesuai dengan konsep kesehatan, dengan menggunakan bahan-bahan kimia pilihan yang diuji klinis dengan teliti, sehingga tidak/sedikit sekali yang akan menimbulkan efek samping (Rostamailis, dkk, 2009: 63).
Ciri fisik dari tanaman ini adalah daunnya berdaging tebal, panjang,mengecil kebagian ujungnya, berwarna hijau serta berlendir. Pada bagian massa encer mentah mengandung sekitar 98,5%air dengan kandungan 1,5% mengandung susunan senyawa vitamin, mineral, enzim,polisakarida, senyawa polipakarida, dan asam organik yang larut dalam air dan larut dalam lemak.
Aloe atau lidah buaya berasal dari Afrika, Aloe berarti “senyawa pahit yang bersinar”. Namun aloe berasal dari bahasa arab alloeh (pahit), karena cairan di dalam daunnya terasa pahit, tanaman ini telah lama dijuluki sebagai tanaman obat. Tumbuhan ini menyerupai kaktus, bagian dalamnya bening, bersifat getas dan tepi daun bergerigi. (Wahyu, dkk dalam http://repository. ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/9602/Bab%201% 202008ins1.pdf sequence=6)
Selain jenis Aloe yang umum dibudidayakan diantaranya adalah Aloe chinensis Baker, Aloe perryi, Aloe ferox, Aloe arborescens, dan Aloe barbadensis (Jatnika, 2009: 18). Dari berbagai jenis Aloe tersebut peneliti menggunakan Aloe chinensis karena banyak di budidayakan di Indonesia.


Gambar 2.2 Aloe chinensis
Sumber: Jatnika (2009:20)
Lidah buaya (Aloe vera) sudah digunakan oleh bangsa Samaria sekitar tahun 1875 SM, sedangkan bangsa Mesir kuno sudah mengenal manfaat lidah buaya sebagai obat sekitar 1500 SM kemudian masyarakat Mesir kuno menyebutkan sebagai tanaman keabadian. Dioscordes adalah seorang peracik obat-obatan tradisional dari bangsa yunani yang menyebutkan bahwa lidah buaya dapat mengobati berbagai penyakit seperti rambut rontok, kulit memar, pecah-pecah, bisul, lecet, dan radang tenggorokan.
Lidah buaya sebagian besar 95% mengandung air, sisanya mengandung bahan aktif seperti: minyak esensial, asam amino, mineral, vitamin, enzim, glikoprotein. Untuk setiap 100 gram bahan (Jatnika, 2009: 06)
REFERENSI
Pusat Perlebahan Apriari Pramuka. 2003. Lebah Madu, Cara Beternak dan Pemanfaatan. Penebar Swadaya, Jakarta.
Githa, Vstalin. 2012. Belajar Salon Panduan Lengkap Aneka Keterampilan Dasar Salon Kecantikan. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama
Poeradisastra, Ratih. 2004. Perawatan Wajah Tubuh Pria. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama
Rostamailis, dkk. 2009. Tata Kecantikan Rambut. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Trenggono, Retno Iswari, Latifah Fatma. 2007. Buku Pegangan Ilmu Pengetahuan Kosmetik. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama
Jatnika, Ajat dan Saptoningsih. 2009. Meraup Laba dari Lidah Buaya. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama




Tidak ada komentar:

Posting Komentar